Desa Sidan Gianyar, Miliki Potensi Pariwisata Menjanjikan

Oleh: Gede Saputra | 07 April 2017
Dibaca: 6524 Pengunjung

Desa Sidan Gianyar,  Miliki Potensi Pariwisata Menjanjikan

Dengan potensi alam yang dimiliki, Desa Sidan membuka keran investasi pariwisata


Gianyar-Bali, www.citizenbali.com | Desa Sidan, Kecamatan Gianyar yang merupakan desa paling timur di Kabupaten Gianyar memiliki potensi pariwisata yang belum tergarap. Selain belum tergarap, Desa Sidan ini juga sudah berupaya mengembangkan potensi pariwisata, namun perkembangannya masih jalan di tempat. Atas kondisi itu, Desa Sidan yang masuk sebagai desa wisata di Gianyar Timur membuka keran investasi pariwisata di wilayahnya. “Kami mengundang investor untuk berinvestasi di Desa Sidan,” jelas Perbekel Sidan, Made Sukra Suyasa, Kamis (6/4/2017).

Made Sukra Suyasa mengakui desanya membuka kran investasi dan sudah ada sati investasi yang sudah masuk, namun potensi wisatanya masih banyak. Sedangkan saat ini, investasi pariwisata yang sudah masuk yaitu Wisata Taman Nusa dan Yoga Sidan. “Sementara baru itu saja yang berkembang, kalau stage Sidan dan wisata alamnya belum bisa berkembang,” terang Sukra Suyasa. Namun dirinya tidak berani menyebutkan kalau perhatian pemerintah untuk mengembangkan pariwisata tidak ada, “Hanya belum digarap maksimal, sehingga masih jalan ditempat,” bebernya.

Dikatakannya pula, wisatawan yang datang ke Desa Sidan dalam sebulannya tidak lebih dari 50 wisatawan, itupun wisatawan yang sisa-sisa atau limpahan dari sehabis mengunjungi Kintamani. Dimana wisatawan yang kembali dari Kintamani melewati Desa Sidan dan berhenti di Sidan dan hanya melihat obyek wisata. Dikatakannya, obyek wisata alam yang ditawarkannya berupa tracking, lokasi kuliner atau villa. “Potensi wisata yang kami miliki banyak, sebab wilayah kami berbukit, ada lembah dan alam yang masih alami. Kami buka kran investasi, asalkan sesuai aturan kami terima dengan baik,” janjinya.

Desa Sidan sendiri memiliki potensi wisata lain seperti industry kecil pande besi, garmen, handicraft, kerajinan dulang dan kerajinan batok kelapa. Hanya menurutnya kerajinan tersebut baru hanya dijual di wilayah Ubud dan Sukawati. Diharapkannya kerajinan tersebut bisa dijual di desanya dan didatangi wisatawan, namun harapan itu tidak kunjung terlaksana. Disamping itu, untuk seni budaya, desanya sendiri sudah memiliki sanggar desa, yang siap melakukan pentas tari kepada wisatawan. “Kami juga sudah siapkan sanggar tari dan tabuh, sehingga bisa pentas untuk wisatawan,” terangnya.

Desa Sidan memiliki penduduk 5.203 jiwa dengan 1.260 KK. Namun dari jumlah KK tersebut masih terdapat 263 KK yang masuk katagori KK miskin. Dengan dibukanya kran investasi tersebut, dirinya berharap KK miskin dan pengangguran di desanya bisa tertampung di usaha pariwisata. “Dengan adanya investasi pariwisata, kami harapkan sebagian warga kami yang menganggur bisa tertampung dan mengurangi KK miskin,” tandasnya.[gps]. 





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page