MUARA SENJA : Bermusik dan Peduli Sampah di Lembongan

Oleh: Wiarta Ajus | 10 April 2017
Dibaca: 5794 Pengunjung

Nusa Lembongan-Bali, www.citizenbali.com | Nusa Lembongan sebagai pulau terkecil kedua setelah Nusa Ceningan dari tiga pulau di Nusa Penida, pariwisatanya kini terus menggeliat. Dan dibalik ramainya wisatawan yang berkunjungi hingga 3500 perharinya, membuktikan bahwa keindahan pulau ini tak terbantahkan lagi.

Selain pariwisatanya, kini dari segi musiknyapun tampaknya mulai bangkit.   Perkembangan keduanya itu seakan beriringan dan saling beradu untuk mempromosikan Lembongan dengan cara sesuai di bidangnya masing-masing.

Banyak musisi berkualitas yang perlu perhatian dan diberi wadah untuk berekspresi di Lembongan. Salah satunya adalah “Muara Senja”. Mengusung konsep akustik, Muara Senja yang baru saja terbentuk pada 9 Maret 2017 ini, beranggotakan 3 (tiga) lokal boy Lembongan.

Ada Thansil di gitar dan vocal, Teguh Palguna (Tulit) di cajon, harmonica, dan vocal, dan terakhir Mangut Apol di gitar. Band ini perduli dengan lingkungan dan mengusung konsep akustik karena merasa lebih enjoy dan bisa lebih dekat dengan alam pantainya.

“ Nama Muara Senja ini, memiliki kisah yang terbilang simpel,  kami bertiga  memiliki persamaan pemikiran, bahwa tidak akan melupakan keberadaan rumput laut yang pernah menopang kehidupan sebagian besar warga Lembongan beberapa tahun silam,”  ujar  salah satu personilnya, Teguh Palguna alias Tulit, Senin (10/4/2017).

Diamini teman-temanya, rumput laut pada masa jayanya menumbuhkan sikap toleransi, gotong royong, kekeluargaan semua warga. Hampir di setiap “Senja” hari di beberapa titik, warga ber”muara” di bibir pantai.

Mereka bersama-sama mengangkat panennya. Canda tawa, sikap toleransi, kerjasama, gotong royong sangat kuat kala itu dan sangat susah kita temui sekarang. “Senja” dan “Muara” kala itu menjadi saksi indahnya senyum kebersamaan para warga.

Oleh sebab itu, ketiga local boy itu menamai band mereka Muara Senja. Muara Senja bagi mereka adalah sebuah harapan agar semuanya itu tidak terlupakan. Dan kebersamaan, sikap gotong royong, toleransi pada warga lembongan tetap terjalin.

Muara Senja sudah memiliki beberapa lagu yang siap di garap di dapur rekaman. Salah satu lagunya berjudul “Indah yang sebenarnya itu, tanpa sampah”. Lagu ini mereka ciptakan untuk pulau tercinta, Lembongan. Yang memiliki sebuah harapan agar pulau yang indah itu bisa benar-benar indah tanpa sampah yang berserakan. Diharapkan ada pengelolaan sampah yang baik. Melalui karya-karyanya, Muara Senja akan berusaha menanamkam sikap peduli lingkungan kepada generasi muda.  [ist-wrt].





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page