Part 1

Menyuarakan Warga Yang Tidak Bersuara Melalui Jurnalisme Warga

Oleh: | 15 Juni 2017
Dibaca: 3286 Pengunjung

Menyuarakan Warga Yang Tidak Bersuara Melalui Jurnalisme Warga

Akses informasi atau berita saat ini jauh lebih luas bila dibandingkan 20 hingga 30 tahun yang lalu. Akses ini tumbuh subur dari tahun ke tahun, dan selalu memunculkan trending baru yang bisa dikembangkan. Berbeda apa yang kita lihat dan kita dengar pada 20 hingga 30 tahun yang lalu, akses informasi atau berita hanya bersumber pada media cetak, media televisi dan media radio, itupun tidak seramai atau sebanyak saat ini.

 

Internet menjadi sumber dari penciptaan berbagai situs-situs informasi atau berita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Dari situs-situs inilah, publik harus mencerna atau memfilter informasi dan berita yang didapat. Ada situs yang mengusung beragam Hoax atau jauh dari unsur fakta dan kebenaran, ada situs yang memberikan informasi atau berita secara update dan akurat, ada situs yang berisikan konten-konten yang menarik perhatian, seperti teknologi dan science, ada situs yang dipenuhi tulisan-tulisan yang sengaja atau tidak sengaja cenderung agresif menyerang seseorang atau sesuatu yang sensitif secara personal dan ada juga situs yang menyediakan wadah bagi warga yang ingin menulis suatu informasi atau berita.

 

Jenis situs penyedia wadah bagi warga inilah yang saat ini menjadi suatu fenomena ,seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi. Akses instant yang begitu mudah didapat penulis warga tanpa harus rekomendasi terlebih dahulu sebagai seorang jurnalis atau bukan, menjadi angin segar bagi warga yang ingin mencurahkan apa yang ia lihat, apa yang ia dengar dan apa yang ia rasakan, sekaligus apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Tapi perlu diingat, antara penulis warga dengan seorang jurnalis tentu ada bedanya dan itu sudah menjadi konsekuensi dari latarbelakang keduanya.

 

Profesional dalam menyebarkan informasi atau berita suatu hal yang mutlak dan absolut bagi seorang jurnalis, karena memang itulah profesinya, mendapat suatu infornasi atau berita kemudian disebarkan melalui berbagai jenis media publik. Kendati demikian, pada kenyataannya, kreatifitas penulis warga terus berkembang dan makin pesat akses yang didapat. Bahkan, penulis warga mampu menarik perhatian publik sangat besar, terbukti begitu banyak situs yang berlatarbelakang "citizen journalist" justru mampu menampung begitu banyak jenis atau kategori yang diminati publik.

 

Jawaban dari setiap tulisan berbackground "citizen journalist" ada pada publik, karena publiklah yang merespon dan publik juga yang menilai. Tantangan yang paling sensitif tentu adalah kredibilitas suatu tulisan, mengandung unsur fakta atau justru sebaliknya, mengandung unsur "hoax". Publik juga bisa mengenali, apakah informasi atau berita itu sangat jauh berbeda dari realitas yang ada, atau hanya sekedar tulisan berdasarkan asumsi diatas asumsi.

 

Kalau tulisan tersebut hanya berdasarkan asumsi diatas asumsi, hasilnya bisa berdampak berbeda-beda dari pandangan publik. Asumsi bahwa apa yang terjadi itu adalah fakta, tetapi pada kenyataannya asumsi itu salah, dan asumsi itu kemudian berkembang menjadi asumsi dalam bentuk tulisan, maka runtuhlah kebenaran, karena asumsi sebelumnya sudah salah. Realitas apapun bila diputarbalikkan akan terus menjadi ketidaktahuan dari suatu kebenaran, untuk itu, perlu kredibilitas seorang penulis untuk berkarya sesuai fakta yang ada.

 

Dengan adanya wadah menulis dalam situs, secara otomatis tulisan tersebut dapat dibaca publik secara luas, bahkan relatif atraktif, karena setiap orang memiliki pandangan atau pemikiran yang beragam, dan tentunya karakter itu dibawa dalam setiap penulisannya. Demikian juga fokus apa yang ditulis, begitu beragam, tidak monoton. Citizen journalist membawa dampak positif untuk saling share apa yang ia ketahui kepada orang lain, dan orang lain juga turut bisa mengomentarinya.





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page