Tradisi Yuan Xiao Menjadi Pertanda Bulan Purnama Di Awal Imlek

Oleh: | 20 Februari 2019
Dibaca: 83 Pengunjung

Tradisi Yuan Xiao Menjadi Pertanda Bulan Purnama Di Awal Imlek

Kediri.Tepat tanggal 15 kalender lunar Imlek, perayaan Cap Go Meh digelar dan di hari ini juga, segala rangkaian terkait perayaan tahun baru Imlek, ditutup. Tak ketinggalan, Walikota Kediri Abdullah Abubakar bersama Kasdim Kediri Mayor Inf Joni Morwantoto, Danramil Kota Kapten Arm Bangun Budi Adi, Kapolsek Kota Kompol Suyitno dan Ketua FKUB H.M.Salim, turut menghadiri perayaan Cap Go Meh yang berlngsung di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri. rabu (20/2/2019)

Dalam sambutannya, Prajitno Sutikno, selaku Ketua Pengurus Klenteng Tjoe Hwie Kiong menjelaskan, bahwasannya sebelum Imlek, tradisi membersihkan rumah atau “Shau Chen” dilakukan, termasuk memperbaiki atau mengecat ulang bagian bangunan rumah, dan tradisi ini sebenarnya mengarah pada filosofi pembersihan segala aura negatif yang cenderung pada keberuntungan maupun nasib.

“Malam ini adalah kegiatan kita puncaknya Imlek yang kita laksanakan mulai tiga minggu yang lalu. Jadi satu minggu sebelum Imlek, kita ada bersih-bersih Klenteng, bersih-berish altar,” kata Prajitno.

Selain bersih-bersih, dilakukan aktifitas lain, yaitu persembahyangan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai ungkapan rasa syukur atas apa saja yang sudah diterima di tahun sebelumnya dan berharap di tahun baru akan lebih baik lagi.

“Malam Imlek, kita ada kegiatan sembahyang. Seminggu setelah Imlek, kita ada kegiatan sembahyang, supaya kita semua diberi kelancaran, keamanan dan keharmonisan di Kota Kediri ini,” sambung Prajitno.

Metode penanggalan kalender lunar Imlek berdasarkan kemunculan bulan. Cap Go Meh sendiri, dipastikan diadakan pada bulan purnama yang pertama dalam kalender Imlek atau  di bulan pertama menurut kalender Imlek.

“Puncaknya, malam hari ini kita adakan perayaan, kalau tenarnya di Indonesia adalah Cap Go Meh, tapi sebenarnya adalah “Yuan Xiao”. Jadi malam bulan purnama yang pertama di awal tahun baru Imlek atau malam bulan purnama di awal musim semi. Itu kalau ritual budayanya, masuknya ke musim semi,” jelas Prajitno.

Dikatakannya, untuk tahun ini, perayaan dilakukan cukup sederhana. Walaupun cukup sederhana, pihak Kelenteng Tjoe Hwie Kiong telah menyiapkan sekitar 1.000 lontong untuk masyarakat yang kebetulan berkunjung di areal tempat ibadah bagi 3 agama (Konghuchu, Budha dan Tao) sekaligus tersebut.

“Jadi puncaknya Imlek itu hari ini atau festival Cap Go Meh, yang bersamaan diadakan di kota-kota lain juga. Untuk tahun ini, kita merayakan sederhana. Kita hari ini sediakan kurang lebih 1.000 lontong untuk masyarakat sekitar,”

Dari pengamatan sepintas, pernak pernik yang paling menyolok adalah tradisi pemasangan lampion, yang sebenarnya adalah filosofofi tentang “3 unsur utama”, bulan purnama yang berstatus titik puncak bulan. 

Ketiga unsur utama tersebut adalah saat lunar pertama melambangkan unsur KeTuhanan, lunar ketujuh melambangkan unsur bumi dan lunar kesepuluh melambangkan unsur kemanusiaan. Dari ketiga unsur tersebut yang paling akrab bagi persepsi awam adalah saat Imlek atau lunar pertama yang umum dikatakan sebagai Cap Go Meh. (dodik)





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Terpopuler
Fans Page