Begini Keindahan Hutan Joyoboyo

Oleh: | 28 Maret 2019
Dibaca: 208 Pengunjung

Begini Keindahan Hutan Joyoboyo

Kediri.Hutan yang berada dijantung Kota Kediri, cukup menarik untuk di ekplorasi, terlebih lagi hutan ini berstatus hutan buatan alias bukan hutan yang terbentuk secara natural atau alami. Kawasan “Hutan Joyoboyo” berdekatan dengan keberadaan Stadion Brawijaya dan untuk akses darat, mudah dijangkau dari arah mana saja.

Serma Mujita, Babinsa Koramil Kota melihat langsung kondisi terkini hutan Joyoboyo, sekaligus mengeksplorasi apa saja yang ada di hutan seluas sekitar 2,6 hektar tersebut. kamis (28/3/2019)

Dari pengamatannya, terlihat jelas jembatan gantung atau “Skybridge” yang melintang dan berada ditengah dikawasan hutan buatan tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, Skybridge tersebut memiliki panjang 240 meter yang membentang dari selatan hingga bagian utara. Disamping itu, ketinggian Skybridge sangat menarik perhatian warga Kota Kediri untuk naik keatas dan melihat kondisi pemandangan dibawahnya.

Disamping kanan kiri jalan-jalan yang membelah kawasan hutan ini, terdapat tempat duduk yang terbuat dari akar pohon. Tempat duduk tersebut dimanfaatkan warga Kota Kediri untuk duduk sejenak menikmati udara sejuk dan rimbunnya tanaman atau pepohonan berukuran besar maupun kecil disekitarnya.

Tidak hanya itu, bangku atau meja yang terbuat dari bebatuan terlihat bertebaran di kawasan hutan ini. Bangku atau meja tersebut terlihat dimanfaatkan warga Kota Kediri untuk duduk sambil ngobrol atau hanya sekedar update status dari ponsel android mereka.

Dari penjelasan Bagus, salah satu security atau petugas keamanan setempat, hutan Joyoboyo ini benar-benar dijaga kebersihan dan kenyamanannya. Bagi warga yang terlihat membuang sampah sembarangan, otomatis bakal mendapat teguran, dan diminta untuk membuang sampah pada tempatnya.

Disisi keamanan, pihak security melakukan inspeksi secara rutin dan non rutin kesetiap sudut maupun areal hutan ini. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan tempat hiburan rakyat ini, seperti tindak asusila maupun dijadikan tempat minum-minuman keras atau berakhohol.

Batas waktu juga diterapkan ditempat ini, apabila kondisi sudah mendekati tenggelamnya matahari, otomatis seluruh lampu-lampu bakal dinyalakan, sebaliknya bila waktu sudah menunjukkan jam 22.00 wib keatas, lampu-lampu bakal dimatikan, dan warga dipersilahkan untuk kembali kerumahnya masing-masing.

Tidak luput dari pengamatan, Patung Galuh yang sangat ikonik bagi warga Kediri. Disamping itu ada tumpukan batu bergenre “Rock Stacking” di depan taman atau di dalam kawasan hutan buatan tersebut. Menariknya, di hutan ini ada tempat ibadah yang desainnya sangat milenial, yaitu berbentuk siput dengan bercorak putih.

Mayoritas warga yang mengunjungi hutan Joyoboyo ini tidak lupa untuk berfoto selfi dengan background berbagai ikon yang ada disekitarnya, entah itu berkelompok atau perorangan. Tentunya, usai mereka berselfi ria, ponsel android bakal dijadikan sarana mengupload foto tersebut. (dodik)





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Terpopuler
Fans Page