Potensi Budidaya Jeruk, Mulai Dilirik Petani

Oleh: | 12 April 2019
Dibaca: 220 Pengunjung

Potensi Budidaya Jeruk, Mulai Dilirik Petani

KEDIRI. Dulu, warga Desa Blimbing pola tanamnya ialah tanaman rambutan, tetapi secara ekonomis harga relatif murah. Hal inilah yang menyebabkan petani di desa ini mengalihkan pola tanam buah rambutan dengan buah jeruk. jumat (12/4/2019)

Babinsa Desa Blimbing, Pelda Kambali, menggali informasi seputar budidaya buah jeruk melalui Kaur Pemerintahan Desa Blimbing, Suyut, yang blak-blakan mengungkap fakta dibalik berbondong-bondongnya warga menanam buah jeruk.

Buah jeruk yang ditanam warga desa, ada dua varietas, keprok siyem dan batu lima. Untuk saat ini, jual beli buah jeruk yang diberlakukan warga disini, setiap pembeli tidak usah beli lewat pihak ketiga, tetapi bisa langsung memetik buahnya di lokasi penanaman, dengan harga jual yang bervariasi.

Harga jual, warga mematok nilai dalam rupiah sebesar Rp 7.000,- hingga Rp 10.000,- untuk varietas keprok siyem, sedangkan untuk varietas batu lima, warga mematok harga Rp 11.000,- hingga Rp 12.000,-.

Setiap panen, menurut Suyut, varietas batu lima sudah dipastikan bakal dimunculkan dalam pameran yang diselenggarakan Pemerintah Daerah lewat Dinas terkait.

Tanaman jeruk varietas batu lima, usia 3 hingga 4 tahun sudah mulai terlihat buahnya. Diakui Suyut, jeruk ini hasilnya memang tidak menentu, kalau hasilnya melimpah, sistem jual belinya memberlakukan pembelian satu pohon penuh alias tanpa menghitung bobot buah jeruk, dan transaksi berada ditempat.

Rasa buah, jeruk yang ditanam warga Desa Blimbing tidak kalah dibanding jeruk dengan varietas yang sama di desa-desa lain. Jeruk ini sudah menjadi sumber utama pendapatan warga disini, dan  hasilnya bisa 5 hingga 6 kali dibanding tanaman jagung, ketela maupun padi.

Sehingga dengan kondisi alam seperti lereng Gunung Wilis ini, tanaman jeruk menjadi sumber income yang sangat menjanjikan dan bisa mendongkrak kesejahteraan petani, khususnya di Desa Blimbing ini. Disamping itu, potensi desa tidak terlepas dari aktifitas rutin  sektor pertanian dan tanaman yang dibudidayakan petani menjadi kunci perputaran roda ekonomi. (dodik)





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page