Meneropong Potensi Budidaya Buah Durian

Oleh: | 10 Juli 2019
Dibaca: 127 Pengunjung

Meneropong Potensi Budidaya Buah Durian

KEDIRI.Salah satu desa berpotensi penghasil buah kualitas terbaik, menjadi sorotan Babinsa Koramil Kandangan, Sertu Agus. rabu (10/7/2019)

Desa ini terletak diketinggian 340 hingga 370 mdpl (meter diatas permukaan laut), dan geografisnya "kental" dengan kawasan hutan. Ketinggian lokasi desa ini sangatlah wajar, lantaran statusnya yang masuk dalam areal lereng Gunung Kelud.

Bila malam tiba, bulu kuduk terasa merinding, ketika menelusuri jalan beraspal ditengah hutan. Bulu kuduk merinding, bukan karena berdekatan dengan keberadaan "makhluk astral", tapi suhu ekstrim akhir-akhir ini yang cenderung menurun, membuat udara semakin dingin.

Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri menjadi lumbung buah berkualitas terbaik. Puluhan ribu pohon durian ada di desa tersebut, dan tentunya ada nilai "plus" tersendiri dari keberadaan buah dengan jumlah relatif sangat banyak saat panen tiba.

Satu keluarga atau petani, bisa memiliki 100 hingga 600 pohon durian, dapat dibayangkan berapa banyak yang ada dalam satu desa. Buah durian di desa tersebut, bisa dikatakan "super" melimpah, dan dijamin tak bakalan kekurangan stok.

Berdasarkan keterangan sesepuh desa tersebut, diera Hindia Belanda, Desa Mlancu memang dijadikan kawasan perkebunan. Namun, jenis tanaman utamanya pada era itu bukan durian.

Pada era Hindia Belanda, kawasan perkebunan di desa tersebut populer dinamakan perkebunan Sekulak atau Tegal Loji Londo, nama lainnya.

Salah satu produk unggulan warga desa ini adalah durian ijo (hijau), dan jenis tersebut memiliki karakter berbeda dengan jenis lainnya. Disebut durian ijo oleh warga setempat, disebabkan warna hijau mendominasi buah tersebut.

Kelebihan jenis durian ijo adalah produktifitasnya relatif sangat banyak dalam satu pohonnya. Banyaknya buah yang dihasilkan dalam satu pohon, otomatis mendongkrak perekonomian warga setempat.

Karakter yang paling mencolok dari buah ini ialah buahnya lebih tebal, dan bijinya lebih kecil dibanding jenis lainnya.

Selain jenis durian ijo, ada jenis lain yang juga menjadi unggulan, yaitu durian Plolo, Sekulak, dan Slumbung.

Yang paling fenomenal dibalik melimpahnya buah durian di desa tersebut adalah usia rata-rata pohonnya. Disebutkan Sertu Agus, beberapa warga ada yang memiliki pohon durian diatas 100 tahun, atau bisa menembus 4 (tiga) generasi yang telah menikmati hasilnya. Tetapi, apabila dibuat rata-rata secara keseluruhan, pohon durian di desa tersebut berusia 50 tahun.

Menurut Sertu Agus, 1 (satu) buah durian harganya bervariasi, dari Rp 10.000,- perbuah, Rp 20.000 perbuah, hingga Rp 30.000,- perbuah. Perbedaan tersebut tergantung besar kecilnya buah, dan jenis varietas durian itu sendiri.

Bila disandingkan dengan harga buah durian dilain tempat, durian di desa tersebut relatif lebih murah. Disamping murah harganya, aroma buah durian cukup "tajam", dan menjadi daya tarik tersendiri bagi durianmania. (dodik)





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page