Ia berharap kerja sama dengan BTN dan MKP dapat terus diperluas untuk meningkatkan digitalisasi dan kualitas pelayanan di pasar-pasar lain yang dikelola Perumda.
Sementara itu, kerja sama BTN dengan Desa Wisata Penglipuran diarahkan untuk memperkuat layanan perbankan, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.
Desa Wisata Penglipuran memiliki potensi sekitar 100 UMKM dan 50 guest house yang dapat memanfaatkan layanan transaksi digital serta akses pembiayaan dari BTN.
Kerja sama ini juga mencakup dukungan penataan dan penguatan identitas UMKM, pengembangan sarana dan prasarana, serta inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG). Pelaksanaannya tetap memperhatikan karakter budaya dan nilai-nilai masyarakat adat.
Kelian Adat Penglipuran I Wayan Budiarta, S.Pd., mengatakan, pengelolaan pariwisata di desanya menerapkan pendekatan berbasis masyarakat atau community-based tourism. Dalam konsep tersebut, masyarakat adat menjadi pemilik sekaligus pihak yang menentukan arah pengembangan desa wisata.
“Kami tidak bisa berkembang dan maju sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak yang punya kepentingan dan punya visi dan misi untuk memajukan pariwisata di Bali,” ujarnya.
Budiarta berharap kerja sama tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas layanan wisata dan pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui pengembangan reservasi daring serta perluasan jaringan pemasaran destinasi.
Dari sisi kinerja, BTN Kantor Cabang Denpasar mencatat aset sebesar Rp3,66 triliun hingga September 2026, meningkat tiga persen dibandingkan Juni 2026. Laba kantor cabang tersebut mencapai Rp143,59 miliar atau tumbuh 42 persen dalam periode yang sama.
BTN KC Denpasar juga telah memiliki sekitar 3.400 merchant kerja sama dan 82.826 nasabah aktif. Aktivasi aplikasi balé by BTN meningkat 10 persen, dari 32.113 pada Juni menjadi 35.370 pada September 2026.







