DENPASAR-Citizenbali.com|Dalam upaya memperkuat tata kelola pembangunan infrastruktur berbasis digital, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali menghadirkan inovasi SIMANTAP (Sistem Informasi Manajemen Pemetaan Paket Pekerjaan).
Inovasi yang dikembangkan oleh Bidang Cipta Karya Dinas PUPRKIM Provinsi Bali ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan data paket pekerjaan pembangunan infrastruktur.
SIMANTAP dirancang sebagai sistem informasi yang membantu melakukan pemetaan dan pengelolaan data paket pekerjaan secara lebih terstruktur, sehingga informasi terkait pekerjaan infrastruktur dapat dihimpun dan disajikan secara lebih mudah, cepat, dan sistematis.
Selama ini, pengelolaan informasi paket pekerjaan dengan jumlah yang cukup banyak membutuhkan proses administrasi dan dokumentasi yang tidak sederhana.
Data pekerjaan, dokumen pendukung, lokasi kegiatan, serta informasi terkait pelaksanaan pekerjaan perlu dikelola secara tertib agar dapat digunakan sebagai bahan perencanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi, maupun penyediaan informasi kepada pimpinan dan pemangku kepentingan.
Melalui SIMANTAP, data paket pekerjaan diharapkan dapat dikelola dalam satu sistem informasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, proses pencarian informasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dokumen fisik atau arsip yang tersebar, tetapi dapat dilakukan melalui sistem yang menyajikan informasi secara lebih terorganisasi.
Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha, S.T., M.T., Jumat (24/7/2026), menyampaikan bahwa pengembangan SIMANTAP merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pembangunan infrastruktur.
“SIMANTAP kami hadirkan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan terhadap pengelolaan data paket pekerjaan yang lebih tertib, cepat, dan mudah diakses. Dengan adanya sistem ini, informasi dapat dikelola secara lebih sistematis sehingga mendukung proses perencanaan, pengendalian, monitoring, dan evaluasi pekerjaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, tambah dia, SIMANTAP diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi kerja aparatur. Informasi mengenai paket pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu untuk ditelusuri melalui berbagai dokumen dapat disajikan secara lebih cepat dan terstruktur.
Selain mendukung kebutuhan internal organisasi, keberadaan SIMANTAP juga diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan informasi kepada pimpinan, perangkat daerah terkait, maupun pemangku kepentingan lainnya yang membutuhkan informasi pembangunan infrastruktur.
“Data yang tertata dengan baik akan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, digitalisasi bukan hanya tentang membuat aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun tata kelola data yang lebih baik dan mendukung pelayanan publik,” tambah Nusakti Yasa Wedha.
Pengembangan SIMANTAP juga sejalan dengan kebutuhan organisasi pemerintah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, ketersediaan data yang akurat, terstruktur, dan mudah diperbarui menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Ke depan, lanjutnya, SIMANTAP diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi dan dapat menjadi bagian dari ekosistem digital pengelolaan pembangunan infrastruktur di lingkungan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali.
Dengan hadirnya SIMANTAP, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan transformasi digital dalam penyelenggaraan urusan pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan, dan kawasan permukiman.
SIMANTAP bukan sekadar sistem informasi, tetapi menjadi langkah menuju pengelolaan data pembangunan yang lebih tertib, transparan, efektif, dan responsif, sehingga dapat mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.*/CB-2




