Menurut Hariyadi, sinergi lintas sektoral sangat krusial untuk mempercepat proses pencarian korban kapal terbakar tersebut, terlebih kondisi perairan menjadi salah satu tantangan dalam operasi SAR.
“Untuk memaksimalkan pencarian, kekuatan alat utama (alut) terbagi ke dalam beberapa area pencarian,” terangnya, Jumat (14/8/2026).
Pencarian melalui jalur laut dilakukan menggunakan KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar. Sementara pencarian dari udara melibatkan Helikopter SGi Air Bali yang didukung Finns Search And Rescue dan personel Kantor SAR Denpasar.













