Ia berharap pelaksanaan karya tersebut dapat mempererat rasa persaudaraan dan persatuan, khususnya di kalangan warga serta pengempon pura.
Jaya Negara juga berharap rangkaian upacara yadnya ini membawa energi positif bagi umat dan masyarakat sekitar, sekaligus menciptakan keharmonisan di lingkungan desa adat.
“Kami berharap ke depan pelaksanaan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.
Sementara itu, Manggala Karya I Made Luther menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 Oktober 2026 melalui Upacara Mapejati Satwa. Kegiatan berlanjut pada 10 Oktober dengan Upacara Ngulemin Pemangku, Gambelan, dan Sekeha Santi, kemudian pada 11 Oktober dilaksanakan Matur Piuning, Dharmawecana, dan Mendak Pretima.







