Peningkatan jumlah kendaraan, kemacetan, perkembangan teknologi transportasi, hingga persoalan keselamatan dan polusi udara membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan manajerial yang baik.
Menurut Suharto, program pembibitan taruna menjadi salah satu solusi strategis untuk mencetak tenaga profesional di bidang transportasi. Melalui pola pembibitan tersebut, putra-putri daerah mendapatkan pendidikan secara terarah untuk kemudian kembali mengabdi di daerah asal.
“Melalui skema pembibitan ini, kami ingin memastikan setiap daerah memiliki SDM transportasi yang mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan sistem transportasi secara komprehensif. Dengan demikian, mereka dapat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional maupun daerah,” ujar Suharto.
Penandatanganan MoU dan PKS tersebut diharapkan menjadi awal sinergi berkelanjutan antara Pemkot Denpasar dan BPSDMP Kementerian Perhubungan dalam mencetak SDM transportasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang transportasi. (*)













