Warga Pererenan Digegerkan Penemuan Jasad Orok di Aliran Sungai Shortcut

Jasad diperkirakan berjenis kelamin laki-laki ditemukan petugas Sungai Watch di dalam tas belanja pada penghalang sampah

Berita10 Dilihat

BADUNG – Citizenbali.com | Warga yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Shortcut, Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, digegerkan dengan penemuan jasad orok pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Jasad tersebut ditemukan di dalam sebuah tas belanja berwarna biru yang berada di kawasan trash barrier atau penghalang sampah di aliran sungai. Penemuan itu pertama kali diketahui oleh petugas Yayasan Sungai Watch yang tengah melakukan kegiatan pembersihan di lokasi.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan saat itu dua anggota Yayasan Sungai Watch, I Made Dwi Bagiyasa dan Yulius Tani, sedang melakukan pembersihan trash barrier.

Keduanya mulai melakukan aktivitas tersebut sekitar pukul 08.00 Wita. Saat memeriksa sejumlah barang dan tas yang tersangkut di penghalang sampah, mereka menemukan benda yang diduga merupakan janin atau orok.

“Ada dua orang anggota Yayasan Sungai Watch, I Made Dwi Bagiyasa dan Yulius Tani, sedang membersihkan trash barrier di aliran sungai,” ungkap Ayu Inastuti, Selasa (15/9/2026).

Dijelaskannya, kedua saksi kemudian memeriksa sebuah tas belanja berwarna biru yang ditemukan di dalam trash barrier. Saat diperiksa, terdapat benda yang diduga menyerupai janin atau orok.

“Kedua saksi memeriksa sebuah tas belanja berwarna biru, dan mendapati benda yang diduga menyerupai janin atau orok,” bebernya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Perbekel Desa Pererenan dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas. Petugas Polsek Mengwi bersama Tim Identifikasi Polres Badung selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan awal petugas, jasad tersebut diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Tali pusar juga masih ditemukan menempel pada tubuh.

“Hasil pemeriksaan diperkirakan orok berjenis kelamin laki-laki dan tali pusarnya masih menempel pada tubuh,” beber Ayu.

READ  Kejari Badung Serahkan Legal Opinion Tanpa Permintaan ke BPJS Ketenagakerjaan

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, jasad tersebut kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Proses evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan PMI Kabupaten Badung untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik.

Menurut Ayu, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan sejumlah fakta medis terkait penemuan jasad tersebut, termasuk usia kandungan, kondisi saat dilahirkan, serta penyebab dan waktu kematian.

“Masih diperlukan pemeriksaan medis atau forensik untuk memastikan usia kandungan, kondisi saat dilahirkan, penyebab dan waktu kematian,” kata Ayu.

Hingga saat ini, identitas ibu maupun pihak yang diduga membawa jasad tersebut ke lokasi belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul jasad yang ditemukan di trash barrier Sungai Shortcut tersebut.

Penyidik juga belum dapat memastikan apakah orok tersebut lahir dalam kondisi hidup atau sudah meninggal. Hasil pemeriksaan medis dan forensik nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya.

Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mendalami kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Keterangan dari warga maupun pihak lain yang mengetahui aktivitas di sekitar aliran sungai juga akan dikumpulkan.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi, dan kemungkinan rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelakunya,” pungkas Ayu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *