BTN Perluas Bisnis di Bali, Sasar Pariwisata hingga Pasar Tradisional

Gandeng BTB, Perumda Pasar Buleleng, dan Desa Wisata Penglipuran untuk Perkuat Digitalisasi Transaksi dan Pemberdayaan UMKM

Berita22 Dilihat

“Teknologi harus menyesuaikan diri dengan masyarakat, bukan sebaliknya. Karena bagi kami, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi menjadi mitra dalam menjawab kebutuhan setiap ekosistem,” kata Nicholas.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan BTN, BTB, Perumda Pasar Argha Nayottama, dan Desa Wisata Penglipuran diharapkan dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui pemanfaatan teknologi dengan tetap menjaga nilai-nilai lokal.

Melalui kerja sama dengan BTB dan MKP, BTN berpeluang memperluas layanan perbankan kepada pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam sembilan asosiasi di Bali. Kerja sama ini mencakup penjajakan digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA) serta pengembangan aplikasi digital bagi ekosistem koperasi BTB, termasuk layanan pembayaran dan promosi destinasi wisata.

Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan pariwisata Bali tidak cukup hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas pengalaman, pelestarian budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak bisa melihat hanya dari jumlah kunjungan lagi, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di sektor perdagangan, BTN bersama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng dan MKP akan memulai digitalisasi transaksi pasar rakyat di Pasar Banyuasri.

Program tersebut mencakup pembayaran digital bagi pedagang, pengelolaan transaksi parkir dan retribusi, serta perluasan akses layanan perbankan. Digitalisasi diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan pasar sekaligus memudahkan transaksi bagi pedagang dan pengunjung.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng I Ketut Mas Angarta Tenaya mengatakan, penerapan teknologi digital telah memberikan manfaat dalam pengelolaan pasar, termasuk melalui penggunaan sistem parkir elektronik.

“Kalau kita digitalisasi dalam pengelolaan pasar, banyak sekali manfaat positif yang kami terima,” katanya.

READ  Tiga WN Australia Meninggal di Legian, Polisi Lakukan Penyelidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *