“Peserta berasal dari perwakilan dojo berbagai aliran karate yang ada di Bali, dengan jumlah sekitar 1.300 karateka. Pesertanya mulai usia dini hingga kategori dewasa, sesuai kategori yang dipertandingkan dan dibagi menjadi kelompok open serta festival,” jelasnya.
Menurut Usadi, kejuaraan ini juga menjadi momentum bagi setiap dojo yang aktif melakukan pembinaan atlet usia dini untuk mengevaluasi hasil program latihan yang selama ini dijalankan.
Melalui pertandingan tersebut, para pelatih dapat mengukur sejauh mana materi latihan mampu diserap dan diterapkan oleh para karateka ketika menghadapi lawan di arena pertandingan.
Sementara itu, Binpres FORKI Badung, I Nyoman Yadnya, mengatakan kesempatan menjadi tuan rumah dimanfaatkan untuk memberikan tambahan pengalaman bertanding bagi karateka yunior.







