“Turnamen seri Kejurnas ini sengaja dikemas dengan mempertandingkan kelompok umur mulai KU 8 hingga 16 tahun. Tujuannya memberikan ruang bagi atlet junior Bali untuk berkompetisi sekaligus menambah pengalaman bertanding dengan pemain dari luar Bali. Dengan demikian, PELTI dapat lebih mudah memantau talenta-talenta potensial untuk dibina lebih lanjut menuju prestasi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Gebrakan perdana kepengurusan baru PELTI Bali ini sekaligus menjadi magnet bagi petenis dari berbagai daerah. Sejumlah atlet binaan klub tenis di Pulau Jawa, PELTI DKI Jakarta, Kalimantan, hingga Sumatera turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Ketua Umum PELTI Bali, Dr. I Wayan Sudana, mengatakan Turnamen Nasional Piala Gubernur Bali dirancang untuk menarik minat petenis potensial dari luar Bali, khususnya kelompok umur junior. Mulai dari atlet usia dini hingga kelompok umur 16 tahun mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui persaingan dengan petenis dari berbagai daerah.
Di sisi lain, persaingan pada kategori senior diperkirakan berlangsung ketat karena diikuti sejumlah petenis yang telah memiliki pengalaman bertanding di level internasional.
“Gebrakan perdana ini memiliki dua dampak positif. Selain dapat mendongkrak peningkatan prestasi atlet, kegiatan ini juga berpotensi mendukung pariwisata Bali melalui sport tourism,” ujar Sudana.












