Menurutnya, salah satu misi besar kepengurusan PELTI Bali periode 2026–2030 adalah mengaktifkan kembali atmosfer kompetisi nasional secara berkala. Kompetisi yang berkesinambungan dinilai menjadi salah satu cara penting untuk mematangkan mental bertanding atlet-atlet muda Bali.
Dengan semakin banyaknya kesempatan bertanding, PELTI Bali berharap dapat menemukan dan membina bibit-bibit unggul yang dipersiapkan secara terprogram untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk PON 2028.
Sudana juga mengungkapkan, upaya menghidupkan kembali turnamen yang sebelumnya dikenal dengan nama Gubernur Bali Cup tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster.
Bahkan, Gubernur Bali dua periode itu mengisyaratkan agar turnamen ini dapat diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dan jumlah peserta.
“Kami berharap turnamen ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu, regenerasi atlet potensial bisa terjaga dan mereka dapat dibina secara terprogram untuk dipersiapkan mengikuti berbagai turnamen, baik tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.(*)












