Setibanya di rumah kos, korban kemudian duduk di area luar ruangan sembari rambutnya dikepang oleh Viona. Sementara tas ransel miliknya diletakkan tepat di belakang tempat duduk korban.
Saat korban sedang sibuk mengepang rambut, ADER yang berada di dalam kamar tiba-tiba keluar dan mengeluhkan sakit perut. Korban kemudian menawarkan minyak telon yang disimpan di dalam tasnya dan meminta ADER mengambilnya sendiri.
Diduga, saat mengambil minyak telon tersebut, ADER sempat membuka bagian saku tas korban. Korban mengaku sempat mendengar suara resleting dan perekat pada beberapa bagian saku tas terbuka, namun saat itu belum menaruh curiga.
Kecurigaan korban muncul ketika hendak mengambil ponselnya. Saat diperiksa, HP yang sebelumnya disimpan di saku depan tas ternyata sudah tidak ada.







