DENPASAR-Citizenbali.com|Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membentuk sekaligus memberikan pelatihan kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang berasal dari perwakilan desa di wilayah Kota Denpasar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan pembentukan dan pelatihan Redkar tersebut melibatkan sekitar 50 peserta. Mereka merupakan perwakilan dari empat desa, yakni Desa Sumerta Kelod, Dauh Puri Kauh, Padangsambian Kaja, dan Sidakarya.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung pada Jumat (17/7/2026). Menurut Made Tirana, keberadaan relawan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat, terutama untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Ia menjelaskan, para relawan diberikan pemahaman dan keterampilan teknis agar mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas dan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dengan penanganan yang cepat, risiko meluasnya api dan kerugian yang lebih besar diharapkan dapat diminimalkan.
“Kita ingin membentuk sistem ketahanan kota yang responsif. Relawan ini adalah garda terdepan yang paling dekat dengan lingkungan warga,” ujar Made Tirana, Minggu (19/7/2026).
Selain mendapatkan materi edukasi dan teori, para peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, mereka turut diperkenalkan dengan inovasi peralatan pemadam kebakaran yang diberi nama Pompa Sisupit.
Pompa Sisupit dikembangkan untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan yang memiliki akses terbatas. Kondisi Kota Denpasar yang memiliki sejumlah wilayah padat penduduk dan gang sempit membuat mobil pemadam berukuran besar tidak selalu dapat menjangkau titik kebakaran secara cepat.
Dengan bentuk yang lebih portabel dan tingkat mobilitas yang tinggi, Pompa Sisupit diharapkan dapat membantu relawan melakukan pemadaman awal sekaligus menyuplai air ke lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Made Tirana menambahkan, keberadaan Redkar di tingkat desa diharapkan mampu mempercepat respons masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran profesional.
“Dengan terbentuknya 50 relawan baru, Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara petugas profesional dan masyarakat dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Denpasar yang aman, nyaman, dan tangguh bencana,” pungkasnya.*/CB-1







