Ia menjelaskan, para relawan diberikan pemahaman dan keterampilan teknis agar mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas dan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dengan penanganan yang cepat, risiko meluasnya api dan kerugian yang lebih besar diharapkan dapat diminimalkan.
“Kita ingin membentuk sistem ketahanan kota yang responsif. Relawan ini adalah garda terdepan yang paling dekat dengan lingkungan warga,” ujar Made Tirana, Minggu (19/7/2026).
Selain mendapatkan materi edukasi dan teori, para peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, mereka turut diperkenalkan dengan inovasi peralatan pemadam kebakaran yang diberi nama Pompa Sisupit.







