Rem Cakram Motor Matic Mulai Aus? Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

Otomatif2 Dilihat

DENPASAR, CitizenBali.com – Sistem pengereman menjadi salah satu bagian penting yang menentukan keselamatan pengendara sepeda motor, termasuk pada motor matic. Karena bekerja setiap kali kendaraan diperlambat atau dihentikan, kondisi rem perlu mendapat perhatian dan perawatan secara rutin.

Salah satu komponen yang tidak boleh diabaikan adalah piringan cakram atau disc brake. Jika tidak dirawat dengan baik, kinerja pengereman dapat menurun dan permukaan cakram berisiko mengalami keausan lebih cepat.

Untuk meningkatkan pemahaman pengguna sepeda motor, Astra Motor Bali memberikan sejumlah panduan mengenai perawatan rem cakram, penggunaan suku cadang yang sesuai, hingga tanda-tanda piringan cakram yang sudah waktunya diganti.

Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, mengatakan kondisi sistem pengereman yang terjaga merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalan. Menurutnya, pemeriksaan dan perawatan secara berkala juga dapat mencegah kerusakan yang lebih serius.

“Rem yang kurang terawat bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari pengereman yang tidak responsif, timbulnya bunyi berdecit, hingga meningkatkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi di jalan raya,” ujar Yosepth.

Salah satu perawatan yang disarankan adalah melakukan pemeriksaan kampas rem secara berkala, termasuk setiap 6.000 kilometer. Penggunaan brake pad asli juga dianjurkan. Kampas rem dengan material yang terlalu keras, terutama yang tidak sesuai standar, dapat membuat permukaan piringan cakram lebih cepat terkikis.

Kebersihan cakram juga perlu diperhatikan. Debu, pasir maupun lumpur yang menempel sebaiknya dibersihkan secara rutin karena kotoran tersebut dapat meningkatkan gesekan dan mempercepat keausan permukaan cakram.

Selain itu, bagian pin slide pada klem kaliper perlu mendapatkan pelumasan menggunakan grease khusus secara berkala. Langkah tersebut bertujuan menjaga pergerakan kaliper tetap baik dan mencegah kaliper mengalami kemacetan atau bekerja tidak seimbang.

READ  New Honda Vario Evo 160 Curi Perhatian Generasi Muda Bali

Pengendara juga disarankan tidak langsung menyiram piringan cakram dengan air ketika kondisinya masih sangat panas setelah perjalanan jauh. Perubahan temperatur secara tiba-tiba dapat menyebabkan pemuaian yang tidak merata dan berpotensi membuat piringan mengalami perubahan bentuk.

Dalam hal penggantian komponen, Yosepth mengingatkan pentingnya memilih suku cadang yang sesuai spesifikasi kendaraan.

“Pemilihan suku cadang yang sesuai standar seperti Honda Genuine Parts (HGP) sangat krusial karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan pelepasan panas yang baik dan tahan karat. Jangan tergiur harga murah dari piringan imitasi bermaterial besi campuran keras yang licin atau mudah bengkok,” tegasnya.

Untuk motor matic Honda, piringan cakram bawaan umumnya memiliki ketebalan awal sekitar 3,3 hingga 3,7 milimeter. Sementara batas minimum ketebalannya berada di kisaran 3,0 milimeter.

Selain ketebalan, pemasangan piringan pengganti juga harus memperhatikan ukuran dan spesifikasinya. Lebar cakram serta jarak dan jumlah lubang baut atau hole pitch harus sesuai dengan spesifikasi velg. Hal ini diperlukan agar komponen dapat terpasang secara presisi tanpa melakukan modifikasi pada braket.

Secara umum, piringan cakram memiliki usia penggunaan ideal sekitar 24.000 hingga 48.000 kilometer atau sekitar tiga sampai lima tahun dalam pemakaian normal. Namun, masa pakainya dapat berbeda-beda karena dipengaruhi kebiasaan pengereman dan kondisi jalan yang dilalui.

Penggantian cakram sebaiknya segera dilakukan apabila hasil pengukuran menunjukkan ketebalannya sudah berada di bawah batas minimum. Kondisi permukaan cakram yang memiliki cekungan cukup dalam serta munculnya getaran berlebih pada tuas rem juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Retakan halus atau micro-cracks pada piringan akibat paparan panas berlebihan juga tidak boleh diabaikan. Jika kondisi tersebut ditemukan, komponen sebaiknya diganti untuk menghindari risiko terhadap kinerja pengereman.

READ  Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

“Memahami kapan waktu yang tepat untuk mengganti piringan cakram adalah bentuk kesadaran keselamatan yang paling mendasar bagi setiap pengguna jalan. Selalu utamakan penggunaan komponen orisinal demi menjaga daya cengkeram rem tetap presisi di segala kondisi,” tutup Yosepth.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *