Menurut Nugroho, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk wisatawan, tetapi juga menjalankan peran sebagai bandara hub yang menghubungkan penumpang mancanegara dan domestik dengan berbagai destinasi di sekitarnya.
Sejumlah destinasi wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok turut terhubung melalui pergerakan penumpang dari Bandara Ngurah Rai. Kondisi tersebut memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu simpul konektivitas penting Indonesia sekaligus kawasan regional.
Selain melayani pergerakan pesawat dan penumpang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali juga mencatat pergerakan kargo yang mencapai 67 ribu ton.







