Dalam pemeriksaan, JDB mengaku perbuatannya dipicu kondisi emosional yang tidak terkendali akibat tekanan masalah keluarga. Ia mengaku sedang mengalami stres sehingga emosinya tidak terkontrol.
“Ia mengaku stres diakibatkan masalah keluarga sehingga emosinya tidak terkontrol,” jelasnya.
Meski demikian, perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Pihak korban dan pelaku memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi dan jalan damai secara kekeluargaan.
“Kedua belah pihak telah menjalani mediasi dan sepakat menempuh jalan damai. JDB juga menyatakan merasa bersalah kepada pihak Gabet’s Pub-Restaurant atas kerusakan yang ditimbulkannya,” pungkasnya.(*)













