“Data yang tertata dengan baik akan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, digitalisasi bukan hanya tentang membuat aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun tata kelola data yang lebih baik dan mendukung pelayanan publik,” tambah Nusakti Yasa Wedha.
Pengembangan SIMANTAP juga sejalan dengan kebutuhan organisasi pemerintah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, ketersediaan data yang akurat, terstruktur, dan mudah diperbarui menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Ke depan, lanjutnya, SIMANTAP diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi dan dapat menjadi bagian dari ekosistem digital pengelolaan pembangunan infrastruktur di lingkungan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali.
Dengan hadirnya SIMANTAP, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan transformasi digital dalam penyelenggaraan urusan pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan, dan kawasan permukiman.
SIMANTAP bukan sekadar sistem informasi, tetapi menjadi langkah menuju pengelolaan data pembangunan yang lebih tertib, transparan, efektif, dan responsif, sehingga dapat mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.*/CB-2













