“Setelah kami lakukan analisis, video tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” ujar Surja Manuaba di Denpasar, Minggu (2/8).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun ikut menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta tidak mengklik tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut karena berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan maupun pencurian data pribadi.
Menurut Surja Manuaba, masyarakat perlu lebih waspada terhadap konten yang menggunakan teknologi AI untuk meniru wajah, suara, maupun pernyataan pejabat atau tokoh publik. Konten semacam itu dapat terlihat meyakinkan, namun belum tentu mencerminkan informasi yang sebenarnya.







