Latihan melibatkan kekuatan lintas matra, mulai dari TNI AD, TNI AL hingga TNI AU. Sejumlah satuan dan jajaran TNI dari Bali, Jawa Timur dan wilayah lainnya turut dilibatkan dalam skenario latihan.
Selain unsur TNI, kegiatan tersebut juga melibatkan Polda beserta jajaran, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, organisasi kemasyarakatan serta organisasi kepemudaan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya dalam proses evakuasi, penanganan pengungsi, bantuan kemanusiaan dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana.
Dalam taklimat Panglima TNI juga ditegaskan peran Kogabwilhan dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana alam, penanganan pengungsi dan pemberian bantuan kemanusiaan.
Konsep latihan dilakukan melalui operasi gabungan terpadu dengan mengerahkan kemampuan personel dan materiil di bawah kendali Kogabwilhan II. Seluruh unsur dilatih agar mampu memberikan respons secara cepat, efektif dan terkoordinasi ketika menghadapi skenario bencana di wilayah Bali dan Jawa Timur.
Dalam simulasi Latihan Markas, Pangkogabwilhan II menerima direktif dari Panglima TNI yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian perintah kepada Pangdam IX/Udayana selaku Pangkogasgabpad.







