Selanjutnya, Pangdam IX/Udayana memimpin briefing Analisa Tugas Pokok sebagai dasar penyusunan rencana operasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
Simulasi dilaksanakan secara tatap muka dan melalui video conference di Ruang Olah Yudha Pendam IX/Udayana. Sementara rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan berlangsung di Aula Supardi Makodam IX/Udayana.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan latihan tersebut menjadi momentum untuk menguji kesiapan sistem komando, koordinasi dan interoperabilitas antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.
“Melalui latihan ini, Kodam IX/Udayana bersama seluruh komponen yang terlibat terus memperkuat sinergi, meningkatkan kemampuan respons, serta memastikan setiap unsur memahami peran dan tanggung jawabnya dalam penanggulangan bencana,” ujar Amrizal.
Menurutnya, kesiapan tersebut penting agar apabila terjadi bencana sesungguhnya, seluruh unsur dapat bergerak secara cepat, terpadu dan efektif untuk melindungi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Pelaksanaan LKO Bencana Alam Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat kesiapan TNI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta mempertegas komitmen membantu masyarakat melalui pelaksanaan OMSP secara profesional, responsif dan terpadu.(*)







