Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce yang menjadi pembicara utama atau keynote speaker menyampaikan materi mengenai ancaman penipuan online yang kian berkembang dengan berbagai modus.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan berhati-hati ketika menerima tawaran hadiah, investasi, maupun tautan digital yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, kewaspadaan dan kebiasaan memeriksa informasi menjadi langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber.
“Masyarakat harus kritis. Jangan mudah tergiur hadiah, investasi bodong, link palsu, dan modus-modus penipuan online lainnya. Pahami dulu, cek kebenarannya, baru bertindak. Kalau ragu, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110,” tegas Pasma Royce.
Ia juga menekankan bahwa kejahatan di ruang digital memiliki risiko serius dan tidak kalah berbahaya dibandingkan kejahatan konvensional. Karena itu, literasi digital perlu menjadi bagian dari upaya melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.







