Menurutnya, dari pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kondisi lebam mayat juga masih dalam batas normal.
“Di tubuh korban juga nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya lebam mayat normal,” ungkapnya.
Mantan Kabid Humas Polda NTT itu menegaskan, hasil otopsi tersebut belum merupakan kesimpulan akhir. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium patologi dan toksikologi untuk memastikan penyebab kematian RY.
“Polda Bali masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan lab patologi dan toksikologi,” kata perwira berpangkat tiga melati tersebut.










