Kasus Senpi Rakitan Ilegal, Akhmad Soleh Ricardo Dituntut 1 Tahun 3 Bulan

Hukum, Berita148 Dilihat

Khadafi juga menyampaikan, apabila mengetahui isi paket tersebut merupakan barang terlarang, dirinya tidak akan bersedia membantu mengirimkannya.”Kalau saya tahu itu barang terlarang, saya tidak akan melakukan hal ini,” katanya.Dalam pembelaannya, Khadafi juga menyinggung sumpah yang pernah diucapkannya saat mengikuti pendidikan Komcad.”Karena saat saya disumpah Komcad TNI AD, saya disumpah untuk tidak berkhianat kepada NKRI,” ujar Khadafi.

Khadafi kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kelalaiannya. Ia berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan seluruh keterangannya dan menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya.”Saya memohon maaf atas kesalahan dan kelalaian saya. Semoga diberikan hukuman seringan-ringannya,” katanya.

Kasus ini bermula sekitar Oktober 2024. Saat itu, Akhmad yang tinggal di Perumahan Bukit Pratama, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, berkeinginan memiliki senjata api. Akhmad diketahui bekerja di PT Gear Inc., perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan kebersihan.Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Akhmad menghubungi MHD Harold Patrick, rekannya yang dikenal saat mengikuti pendidikan Komcad di Lahat, Sumatera Selatan.

Melalui percakapan WhatsApp, Akhmad menanyakan apakah ada pihak yang menjual senjata api. Menanggapi pertanyaan tersebut, MHD Harold Patrick menjawab akan mencari informasi terkait penjual senjata api.Sekitar dua bulan kemudian, tepatnya pada Desember 2024, Akhmad kembali menanyakan perkembangan pencarian tersebut. Tidak lama berselang, MHD Harold Patrick mengirimkan foto sebuah pistol rakitan beserta penawaran melalui WhatsApp.

Dalam penawaran tersebut, tersedia senjata api rakitan lengkap dengan lima butir peluru tajam kaliber 9 milimeter dengan harga Rp15 juta. Setelah melalui negosiasi, keduanya sepakat pada harga Rp14 juta.Akhmad kemudian mentransfer uang tersebut dan meminta agar senjata api dikirim ke Bali karena tidak bersedia mengambilnya secara langsung ke Lampung.

READ  Polda Bali Gelar Operasi Pekat Agung 2026, Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Untuk menghindari kecurigaan selama proses pengiriman, pistol rakitan yang disebut menyerupai Sig Sauer berwarna hitam itu dibungkus menggunakan lakban. Sementara lima butir peluru disembunyikan di dalam kotak rokok. Selanjutnya, seluruh barang dimasukkan ke dalam kardus bertuliskan makanan ringan dan oleh-oleh.

Pengiriman paket dilakukan dengan bantuan Muhammad Tegar Khadafi, yang juga merupakan rekan Akhmad saat mengikuti pendidikan Komcad. Paket tersebut kemudian dikirim menggunakan jasa ekspedisi Indah Cargo dari Cabang Bandar Lampung menuju Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *