Yuli Utomo Dinobatkan sebagai Mahasiswa Teladan Unwar, Torehkan Prestasi di Forum Internasional

Berita407 Dilihat

Menurut Yuli Utomo, sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan persoalan kesehatan mental. Hal itu karena industri pariwisata melibatkan banyak pihak, seperti wisatawan, pekerja, maupun masyarakat lokal yang sama-sama memiliki potensi menghadapi persoalan kesehatan mental.

Ia juga mengungkapkan masih terdapat stigma dan diskriminasi serta keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Karena itu, ia menilai pemanfaatan teknologi digital yang dibarengi dengan pendidikan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat penerapan perlindungan hukum.

“Terdapat kesenjangan antara norma hukum dan praktik perlindungan ODGJ di sektor pariwisata. Perlindungan hukum tidak cukup hanya melalui regulasi. Pendidikan dan teknologi merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi hukum. Integrasi hukum, pendidikan, dan teknologi mendukung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yuli Utomo.

Sejumlah rekomendasi juga disampaikan dalam presentasinya. Di antaranya memasukkan isu kesehatan mental ke dalam kurikulum pendidikan pariwisata, membangun platform e-learning nasional, serta menerapkan sistem monitoring kepatuhan berbasis digital.

Selain itu, ia mendorong penyusunan SOP terkait perlindungan ODGJ di kawasan destinasi wisata serta memperkuat kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat.

Materi yang dipresentasikan Yuli Utomo kemudian mendapat penilaian dari Prof. Dr. Ida Fatmawati Bt Adi Badiozaman, Wakil Rektor Bidang Penelitian Universitas Teknologi Swinburne Sarawak, Malaysia, serta Dr. Reginald Gerald Govender, pengajar Universitas KwaZulu-Natal, Afrika Selatan.

Sementara itu, penghargaan diserahkan oleh Dr. Brian D. Beitzel, Wakil Dekan sekaligus Profesor Sekolah Pendidikan, Ekologi Manusia, dan Studi Olahraga SUNY Oneonta, Amerika Serikat, bersama Mr. Isanka P. Gamage, Pendiri Bersama dan Direktur Pelaksana Institut Internasional Manajemen Pengetahuan (TIIKM), Sri Lanka.

“Tentunya dengan penghargaan ini saya sangat bangga dan bahagia. Karena sebagai mahasiswa dan ahli hukum bisa berprestasi di dunia pendidikan, serta turut mengharumkan nama Kampus Warmadewa,” ujarnya.

READ  Kapolda Bali Tegaskan Perang terhadap Narkoba dan Penguatan Integritas Personel

Penghargaan Mahasiswa Teladan Unwar yang diterima Yuli Utomo tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik dan internasional. Kiprahnya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan doktoral sekaligus menjalankan profesi sebagai advokat, Yuli Utomo aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Ia tercatat sebagai President-Elect Rotary Club Bali Denpasar dan menjabat sebagai Ketua Yayasan Sole Family Bali yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Melalui yayasan tersebut, Yuli Utomo terlibat dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat Bali. Bidang yang menjadi perhatian di antaranya kesehatan, pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, serta penanganan persoalan kesehatan jiwa atau mental illness.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *