Ia menegaskan, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang akurat agar potensi ancaman kejahatan transnasional dapat diantisipasi sejak dini, terutama ketika seseorang memasuki wilayah Indonesia.
“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” tegasnya.
Peluncuran I-GHAS 24/7 turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divhubinter Polri Irjen Pol Untung Widyamoko.
Kapolri mengatakan, penguatan pengawasan melalui teknologi menjadi kebutuhan penting di tengah semakin kompleksnya kejahatan lintas negara. Sejumlah ancaman yang menjadi perhatian antara lain tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.












