Dari sisi kesejahteraan sosial, sejumlah indikator juga menunjukkan peningkatan, antara lain Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, serta Rata-rata Lama Sekolah. Sedangkan tingkat kemiskinan secara persentase berada di angka 2,6 persen dan menjadi salah satu yang terendah.
“Kendati demikian, intervensi tetap berfokus pada kedalaman dan keparahan kemiskinan mengingat jumlah penduduk Kota Denpasar yang relatif besar,” jelasnya.
Pemkot Denpasar juga memberikan perhatian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di ambang batas kemiskinan. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka turun ke kategori miskin ekstrem, khususnya masyarakat pada Desil 5 dan Desil 6 yang diperkirakan mencapai sekitar 18.000 warga rentan.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan evaluasi juga dilakukan terhadap pelaksanaan pendataan Kartu Keluarga (KK) Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Meski target agresif jangka pendek sebesar 60 persen belum tercapai secara merata di seluruh wilayah, tren pertumbuhan populasi yang telah terdata mengalami peningkatan signifikan sebesar 21 persen dalam sepekan terakhir.
Program layanan tersebut dipastikan tetap berlanjut hingga batas akhir atau cut-off yang ditetapkan pemerintah pusat pada akhir Agustus. Pemerintah pusat menetapkan ambang batas capaian minimal antara 40 hingga 60 persen. Wilayah yang belum mencapai batas minimal tersebut diwajibkan terus menggenjot pendataan hingga batas waktu yang ditentukan.
Dalam pelaksanaannya, target awal dirancang untuk dicapai dalam rentang 20 hari kerja dengan sasaran pengumpulan data sebanyak 111.000 KK. Target harian ditetapkan sekitar 5.000 KK atau rata-rata 1.250 KK per kecamatan.
Sementara realisasi saat ini berada di kisaran 35.000 KK dan terus mengalami peningkatan dengan rata-rata input 2.000 hingga 3.600 KK per hari. Arya Wibawa menyebut penetapan target tinggi sejak awal merupakan strategi untuk mendorong percepatan kerja di lapangan.













